RSS Feed

blok 1: Up 3

Posted on

Tugas Individu

Unit Pembelajaran 3

Dokter Hewan

oleh:

Kurnia Yuliatin

11/312608/KH/07045

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN

UNIVERSITAS GADJAH MADA

YOGYAKARTA

2011

 

Learning Objektive

 

  1. Apa itu profesi Dokter hewan?
  2. Apa tugas, peranan dan wewenang dokter hewan?
  3. Apa yang dimaksud dengan penyakit zoonosis?

 

PEMBAHASAN

  1. Apa itu profesi Dokter hewan?

Dokter hewan adalah orang yang memiliki profesi di bidang kedokteran hewan, sertifikat kompetensi, kewenangan medik veteriner dan penyelenggaraan kesehatan hewan di Indonesia dari institusi Pend kedok Hewan yang telah terakreditasi atau institusi pendidikan kedok hewan di luar negeri yang ijasahnya telah mendapatkan pengesahan dari Kementrian Pendidikan Nasional. (AD-PDHI)

Dokter hewan adalah  Seseorang yang mempunyai ilmu kedokteran hewan yang terlatih dan mempunyai izin untuk mengobati dan mencegah penyakit hewan. Profesi yang dilandasi oleh hukum dan mempunyai kompetensi (Stbl 1912. bab IV pasal 17).

Seperti dokter lainnya, dokter hewan harus membuat keputusan etika serius mengenai perawatan pasiennya. Sebagai contoh, ada debat dalam profesi ini mengenai etika declaw kucing dan pengaitan dan pemotongan ekor dan telinga, seperti dalam perumahan induk babi dalam masa kehamilan.

 

  1. Apa tugas, peranan dan wewenang dokter hewan?

 

A. Tugas dokter hewan antara lain :

a) Menangani sejumlah penyakit pada hewan besar,hewan kecil,unggas,satwa eksotik,satwa liar,satwa akuatik dan hewan lab;

b) Melakukan diagnosa fisik dan laboratorik penyakit hewan dan menanganinya secara medik, operatif, dan populatif;

c) Melakukan pemeriksaan ante mortum, post mortum, pemeriksaan kebuntingan, penanganan gangguan reproduksi dan mengaplikasikan teknologi reproduksi;

d) Pengawasan bahan makanan asal hewan dan produk olahannya;

e) Merencanakan pengendalian penyakit strategis, zoonosis dan lingkungan;

f) Mengawasi dan mengendalikan mutu, pemakaian dan peredaran obat hewan serta bahan-bahan biologis;

g) Memajukan kesejahteraan hewan (animal welfare);

h) Pelestarian dan pemanfaatan satwa untuk kesejahteraan manusia, kelestarian lingkungan dan plasma nutfah;

i) Peningkatan mutu gizi protein hewani, kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan;

j) Penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran hewan;

k) Pendidikan kepada client (client education).

Tugas dokter hewan  di masyarakat sehubungan dengan peran profesi:

  • Mengangkat reputasi dan integritas profesi
  • Memberikan informasi yang jujur dan tepat, tidak menyesatkan/berbohong
  • Opini profesi harus obyektif dan faktual
  • Berkenaan dengan media, tulisan, wawancara harus dg standar yg tinggi, informasi tepat, dengan fakta yg dpt dipertanggungjawabkan
  • Promosi berkenan dg praktisi hanya dg mencapai reputasi profesional melalui ketrampilan dan pengetahuan.

Tugas dokter hewan dalam  periklanan layanan profesi medvet

  • Formal/legalitas resmi
  • Tidak angkuh
  • Tidak bohong
  • Tidak superior
  • Papan nama yg standar
  • Citra profesi tidak boleh dikalahkan oleh material periklanan.

Tugas dokter hewan dalam  berkenaan dg pengobatan, penjualan obat/alat :

  • Hrs mengacu pd aturan hukum tentang obat
  • Hanya boleh menuliskan resep atau menjual obat yg disyaratkan menggunakan resep untuk pengobatan setelah  konsultasi dokter hewan
  • Pengeluaran obat2an hanya pada mereka yg mempunyai kewenangan sesuai aturan.
  • Drh yang dibantu oleh orang wam hrs memastikan tidak terjadi penyalah gunaan dan  hanya memberi kewenangan terbatas.
  • Berpegang pada aturan yg etikal dan tidak mengikuti kepentingan organisasinya.

Tugas dokter hewan dalam  membina hub sesama profesit :

  • Memperoleh pendapat kedua harus jiwa besar, tidak menolak.
  • Tatacara bertatakrama dlm memperoleh pendapat kedua harus diatur
  • Merujuk kasus
  • Menerima kasus yg telah ditangani oleh dokter lain
  • Klien yg memiliki banyak dokter, house call, persengketaan antar dokter hewan.
  1. Adapun peran profesi dokter hewan

Peran dokter hewan adalah peran dalam Aspek kesehatan hewan, baik secara klinik, laboratorik, maupun patologik, membutuhkan peran dokter hewan yang menguasai bidang-bidang ini secara kuat. Aspek Produksi peternakan juga menjadi bidang garapan dokter hewan, aspek Kesehatan masyarakat veteriner (sanitary and pytosanitary) dengan penyakit zoonosis, epidemiologi penyakit, higiene daging dan susu. Semua mencakup pada semua spesies hewan yang penggolongannya dapat dikatagorikan secara garis besar sebagai ternak besar (sapi, kerbau, kuda), ternak kecil (kambing, domba, babi), ternak unggas (ayam, itik, entok), hewan kesayangan (anjing, kucing), satwa liar (semua jenis), hewan eksotik (semua jenis).

 

Peran dokter hewan antara lain :

1. Menjaga dan meningkatkan kesehatan hewan, produktifitas dan keadaan yang baik dari hewan-hewan yang dimanfaatkan manusia agar tidak membawa bahaya bagi manusia dan lingkungan.

2. Menggunakan ilmu dan teknologi di bidang veteriner dalam layanan medik veteriner kepada masyarakat, bangsa dan negara secara kompeten dan profesional.

3. Mencegah terjadinya dan mengurangi terjadinya kesengsaraan atau teraniayanya hewan (kesejahteraan hewan) sebagai obyek profesi yang harus dilindungi dan dibela.

Peran dokter hewan dalam Aktivitas Kesmavet :

1. Pencegahan zoonosis

2. Perlindungan terhadap makanan

3. Perlindungan terhadap ancaman lingkungan

4. Riset kedokteran perbandingan

5. Pendidikan kesehatan

6. Administrasi kesehatan

7. Kesehatan mental/emosional

8. Kesehatan darurat

9. Kesehatan manusia melalui produk hewan

  1. Kewenangan dokter hewan antara lain:

a) Animal health

Dokter hewan mempunyai otoritas dalam menetapkan status kesehatan seekor hewan atau ternak. Kewenangan tersebut tentu diikuti oleh kewenangan yang mengarah pada penentuan diagnosa suatu penyakit, mengambil sampel diagnostik, memeriksa sample diagnostik, menginterpretasikan hasil pemeriksaan diagnostik. Obyek penentuan status kesehatan ini meliputi hewan dan ternak.

b) Animal husbandry

Dokter hewan berwenang terhadap segala hal yang berkaitan dengan reproduksi dan kebidanan. Contoh bidang reproduksi antara lain inseminasi buatan, semen beku ataupun embrio transfer. Hal-hal yang berkaitan dengan bidang kebidanan contohnya ialah penanganan pertolongan kelahiran.

c) Public health

Melindungi kepentingan konsumen atau manusia dengan melakukan penjaminan terhadap kualitas produk atau bahan asal hewan atau ternak. Dalam keterkaitan fungsi ini dokter hewan dapat melakukan pengambilan sampel dan pengujian atau pemeriksaan bahan asal hewan. Kewenangan dalam veterinary public health ini juga dalam kaitan penelitian dan pencegahan penyebaran dan penanggulangan penyakit-penyakit yang bersifat zoonosis pada hewan maupun ternak.

Secara umum, kewenangan veteriner terbagi dalam dua katagori yaitu:

a) Medical Autority/Kewenangan Medis, merupakan hubungan transaksi pengobatan atau tindakan medik, yang bersifat layanan individual, meliputi Memperoleh anamneses,melakukan pemeriksaan fisik dan prilaku pasien, menentukan pemeriksaan penunjang, menegakkan diagnosis, menentukan penatalaksanaan dan pengobatan pasien, melakukan tindakan kedokteran , menulis resep obat dan alat kesehatan , menerbitkan surat keterangan dokter , menyimpan obat dalam jumlah dan jenis yang diijinkan,meracik dan menyerahkan obat ke pasien ( Wiwiek, 2008 ).

b) Veterinary Authority/Kewenangan Veteriner, merupakan kewenangan melekat dalam fungsi veteriner bidang Keswan dan Kesmavet.Kewenangan Veteriner meliputi Kewenanangan untuk memberikan surat keputusan (baik sebagai perorangan maupun institusional veteriner) yang dinyatakan dalam bentuk tertulis berupa laporan hasil, surat ijin, atau sertifikat yang berkekuatan hukum (accredited and legal) karena berdasarkan sistem yang dapat dipertanggungjawabkan ( Wiwiek, 2008 ).

  1. Apa yang dimaksud dengan penyakit zoonosis?

 

Zoonosis adalah penyakit hewan yang ditularkan ke manusia dan sebaliknya. Yang disebabkan oleh  mahluk hidup atau  jasad renik beserta  bentuk mu­tasi­nya. untuk menghadapi zoonosis diperlukan pengeta­huan tentang berbagai aspek epidemiologis dan legal atau perundang-undangan, tanpa mengabaikan  kewenangan medis (medical authority) dari zoonosis.

Karena  Kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari kehidupan hewan. Kedekatan hewan dengan manusia bisa menularkan penyakit. Zoonosis dibagi menjadi tiga bagian, pertama, Zoonosis yang berpotensi menjadi endemik seperti leptopirosis dan antraks, kedua, penyakit berbahaya yang berpotensi menjadi epidemik seperti SARS, Flu Burung dan Virus Nipah, ketiga, adalah penyakit yang hampir musnah namun memiliki potensi untuk menyebar kembali, seperti rabies.

DAFTAR PUSTAKA

Fakultas Kedokteran Hewan UGM. 2011. Buku Blok Untuk Mahasiswa. Fakultas Kedokteran

Hewan UGM: Yogyakarta

Sitepoe, mangku. 2009. Kontroversi UU no 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan

Hewan. Balai Pengobatan Bakti Sosial Kesehatan Masyarakat. Jakarta

http://www.jurnalmedika.com/component/content/article/308-fokus/596-globalisasi-zoonosis-tantangan-bagi-profesi-medis

http://duniaveteriner.com/2009/04/peran-dokter-hewan-dalam-menyediakan-pangan-yang-asuh/print

http://imamabror.wordpress.com/2010/10/25/pdhi-profesi-dan-wewenang-dokter-hewan/

 

Tugas dan wewenang dokter hewan dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan kesehatan Hewan.

Pasal 39 Bab 5 Mengenai Kesehatan Hewan pada bagian kesatu tentang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Hewan

Pada ayat1 : Dokter hewan mempunyai tugas dan wewenang sebagai

1. Melakukan pengidentifikasian dan pengamatan penyakit hewan, yang dimaksud dalm hal ini adalah tindakan untuk memantau ada tidaknya suatu penyakit hewan tertentu di suatu pulau atau kawasan pengamanan hayati hewan sebagai langkah awal dalam rangka kewaspadaan dini.

2. Melakukan pencegahan penyakit hewan, lewat jalur karantina untuk mencegah penyakit hewan dari luar negeri.

3. Melakukan pengamanan penyakit hewan, yang merupakan melakukan perlindungan hewan dan lingkungannya dari penyakit hewan.

4. Melakukan Pemberantasan penyakit hewan

5. Melakukan pengobatan penyakit hewan.

Pada ayat 2 , dokter hewan mempunyai ugas yaitu melakukan segala urusan yang berkaitan dengan kesehatan hewan, dengan pendekatan pemeliharaan, pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan.

Pada ayat 3, dokter hewan mempunyai wewenang memberikan kebijakan kesehatan hewan nasional yang merupakan otoroitas veteriner.

Pada Pasal 40 ayat 1, dokter hewan mempunyai tugas sebagai penyidik, yang artinya adalah sebgai penelusur penyebab, asal, sumber, dan penyakit hewan. dalam kaitannya dengan hubungan antara induk semang dan lingkungan.

Pada Pasal 47 ayat 2 Dokter hewan mempunyai tugas sebagai pengawas dalam hal pengobatan hewan.

Pada ayat 3 dokter hewan mempunyai tugas melakukan  visum, dieutananasia, maupun memusnahkannya jika hewan mempunyai penyakit yang tidak dapat disembuhkan, denagn memerhatikan ketentuan kesejahteraan hewan.

Pada Pasal 50 ayat 3 dokter hewan mempunyai tugas menjadi pengawas dalam pembuatan, penyediaan, peredaran dan pengujian obat hewan.

Pada Pasal 51 ayat 2 Dokter hewan mempunyai tugas sebagai pengawas pemakain obat keras.

Pada Pasal 56 tenang KESMAVET dan Kesejahteraan Hewan, dokter hewan mempunyai tugas sesuai dengan ayat1 yautu sebagai

a. Pengendalikan dan penanggulangi zoonosis

b. Penjamin keamanan, kesehatan, keutuhan, dan kehalalan produk hewan.

c. Penjamin hygiene dan sanitasi

d. Pengembangan kedokteran dan perbnadingan, dan penanganan bencana.

Dokter Hewan juga mempunyai beberapa otoritas dan wewenang

Pada Pasal 68 ayat 1, dokter hewan mempunyai wewenang sebagai penyelenggara kesehatan hewan  di seluruh wilayah NKRI.

Pada ayat 5 dokter hewan dan organisasi profesi mempunyai wewenang sebagai pelaksana siskeswan, yang ditetapkan pada ayat 2

Pada ayat 6 dokter hewan juga mempunyai wewenang sebagai pelayan kesehatan hewan, pengaturan tenaga kesehatan hewan, pelaksanan medic reproduksi, medic konservasi, forensic veteriner, dan pengembangan kedokteran hewan perbandingan.

Pada Pasal 69 ayat1 pelayanan kesehatan hewan meliputi pelayanan jasa laboratorium, pelayanan jasa laboratorium pemeriksaan dan pengujian veteriner, pelayanan jasa medic veteriner, dan pelayan jasa di [pusat kesehatan hewan tau di poskeswan (Anonim, 2009 (A))

 

About thisnia

this is me

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: