RSS Feed

blok 1: Up 2

Posted on

Tugas Individu Blok 1

Salahnya Dimana?

 

oleh:

Kurnia Yuliatin

11/312608/KH/07045

Kelompok Blok 8

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN

UNIVERSITAS GADJAH MADA

YOGYAKARTA

2011

 

Learning Objektive

  1. Apakah pembelajar sukses itu?
  2. Bagaimanakah criteria yang harus dimiliki pembelajar sukses?
  3. Apa manfaat pembelajar  sukses?

PEMBAHASAN

  1. Apakah pembelajar sukses itu?

Pembelajar sukses adalah orang yang tidak jemu-jemu untuk mempelajari sesuatu yang

belum dikuasainya baik dalam Softskills, hardskills maupun success skill (Spiritualitas, livingskills, learning skills dan thinkingskills) agar terwujud kegiatan belajar yang berkelanjutan.

  1. Bagaimanakah kriteria yang harus dimiliki pembelajar sukses?

Kriteria pembelajar sukses adalah memiliki Softskills, hardskills, Success skills dan berkarakter sebagai pembelajar sukses.

            Soft skill ialah istilah sosiologis yang merujuk pada sekumpulan karakteristik kepribadian, daya tarik sosial, kemampuan berbahasa, kebiasaan pribadi, kepekaan/kepedulian, serta optimisme. Soft skill bisa juga diartikan sebagai ketrampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (interpersonal skills) dan keterampilan dalam mengatur dirinya sendiri (intra-personal skills) yang mampu mengembangkan unjuk kerja secara maksimal. Soft skills bersifat invisible, memerlukan proses yang panjang dalam penguasaannya, dan hasilnya tidak dapat dirasakan langsung. Soft skills tidak terefleksikan lewat angka-angka tetapi pola pikir dan perilaku. Contoh Soft Skill meliputi social interaction, ketrampilan teknis dan managerial, kemampuan ini adalah salah satu hal yang harus dimiliki tiap mahasiswa dalam memasuki dunia kerja, misalnya ketelatenan, kesabaran, daya adaptasi terhadap kondisi kerja yang monoton, serta ketahanan terhadap stres pada saat beban kerja menumpuk. Semua kemampuan ini bersifat abstrak, tidak kasatmata, sulit diukur, dan biasanya tidak diajarkan di bangku sekolah maupun kursi kuliah.

Hard skill ialah penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya, bersifat tangible (nyata) dan teknikal. Hard Skill dapat pula dianggap sebagai kompetensi keahlian seseorang sebagai usaha mencapai kinerja yang diinginkan. Kompetensi terdiri dari pemikiran komponen dasar yang meliputi :

1) Knowledge (Specific Tchnical Issue : Specific legal & practice issues, Environment issues)

2) Skill (Language & Communication : Interpersonal Skill, Technical Skill, Management and Business skill)

3) Ethic and Attitude ( Responsibility : Lialibility, Accountability, Integrity)

Hard Skill diperoleh mahasiswa selama mereka mengikuti studi di Perguruan Tinggi, biasanya kemampuan ini terukur dari nilai indeks prestasi mahasiswa. Contoh lain dari hard skill antara lain adalah Insinyur mesin seharusnya menguasai ilmu dan teknik permesinan, dokter harus mumpuni bidang ilmu kedokteran.

Success skills, yang termasuk dalam success skills adalah livingskills, learning skills dan

thinkingskills.

Spiritualis adalah keagamaan dapat dijelaskan sebagai kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual  ini adalah kecerdasan dalam berhubungan dengan Tuhan Allah swt. Kemampuan untuk meyakini dan mempercayai kebenaran yang bersumber dari Tuhan.

Pada Tahun 2000 Danah Zohar dan Ian marshal menulis sebuah buku yang juga popular berjudul Spiritual Quotient. Mereka menyimpulkan bahwa kesuksesan itu tidak hanya ditentukan oleh IQ dan EQ akan tetapi yang sangat menentukan sebagai ultimate intelligence (kecerdasan utama) yaitu Kecerdasan spiritual (SQ). Kecerdasan spiritual ini adalah kecerdasan dalam berhubungan dengan Tuhan Allah swt. Kemampuan untuk meyakini dan mempercayai kebenaran yang bersumber dari Tuhan. Mereka mengatakan bahwa dalam diri manusia ada Titik Tuhan (God Spot), titik Tuhan itu yang menyuarakan suara hati nurani manusia, yang melandaskannya pada nilai-nilai moral dan kebenaran. Sehingga orang yang memiliki kecerdasan spiritual adalah orang yang jujur, bertanggung jawab, bijaksana, berani, mau menolong orang tanpa pamrih, dan tidak semata berorientasi pada materi. Orang yang memiliki kecerdasan spiritual akan menjadi pribadi yang seimbang, tenang, memberi kedamaian dan terhindar dari stress, depresi dan kehampaan diri, karena mereka sudah berhasil memaknai kehidupan, dan mereka tahu tujuan hidupnya , dari mana mau kemana. Berdasarkan hal diatas, bahwa kecerdasan spiritual sangat menentukan terhadap keberhasilan seseorang dalam menjalani hidup di dunia dan akhirat.

Living skills, kemampuan dan keberanian untuk menghadapi problema kehidupan, kemudian secara proaktif dan kreatif, mencari dan menemukan solusi untuk mengatasinya. Living skill juga bisa berarti ketrampilan beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari yang meliputi tanggung jawab, daya juang, keterampilan membangun dan memelihara hubungan sosial, kematangan emosi serta kemampuan mengelola diri.

Learning skills, yang dimaksud dengan learning skill adalah keterampilan yang digunakan agar kita selalu dapat mengembangkan diri melalui proses belajar yang berkelanjutan. Dengan pengenalan dan penguasaan Learning Skills yang tepat, kita dapat melakukan aktifitas belajar atau bahkan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Contoh Learning Skill: Memahami perubahan lingkungan makro dan mikro, memahami kompetensi yang perlu dimiliki sehingga mampu bersaing, perlu dibangun visi, misi, rencana aksi pribadi yang dilandasi nilai-nilai luhur di masyarakat, belajar mengenal diri, situasi konflik, dan gaya komunikasi, belajar mengenal orang lain.

Thinking skills, yang dimaksud dengan thinking skill adalah proses kognitif yang dipecah-pecah ke dalam langkah-langkah nyata yang kemudian digunakan sebagai pedoman berpikir. Thinking skill bisa juga diartikan sebagai keterampilan berpikir untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. Keterampilan ini muncul pada saat kita mengkritisi fenomena kehidupan. Satu contoh keterampilan berpikir adalah menarik kesimpulan (inferring), yang didefinisikan sebagai kemampuan untuk menghubungkan berbagai petunjuk (clue) dan fakta atau informasi dengan pengetahuan yang telah dimiliki untuk membuat suatu prediksi hasil akhir yang terumuskan. Pengambilan kesimpulan/keputusan ini dipengaruhi oleh 6 faktor, yaitu: (1) Nilai, yakni keyakinan prinsip-prinsip yang dipegang teguh (2) Rasa, yakni emosi yang menyertai pikiran dan perilaku seseorang (3) Tingkat resiko, yaitu sejauh mana konsekuensi dari keputusan (4) Keluarga, yaitu tradisi,norma, atau aturan-aturan yang ada dalam keluarga (5) Kebiasaan, yakni pola perilaku yang berulang (6) Teman sejawat/sebaya

Karakter pembelajar sukses adalah jujur, cerdas, berwawasan kepemimpinan, berorentasi jangka panjang, peduli, berbudaya dan berwawasan kewirausahaan,

Jujur, jujur pada diri sendiri menghindarkan diri dari perasaan tidak nyaman karena dikuasai pikiran negatif. Kejujuran pada diri sendiri merupakan awal dari upaya berperilaku jujur pada orang lain. Satu hal penting yang sangat diharapkan dalam mengungkapkan kejujuran adalah tidak menyakiti orang lain. Menyatakan kejujuran dengan sopan, sadar waktu dan sadar situasi akan sangat membantu tujuan ini.

Cerdas, merupakan kemampuan untuk belajar memahami, memutuskan dan beropini berdasarkan alasan tertentu. Orang cerdas dilukiskan sebagai sosok dengan dua sifat . Pertama, orang cerdas mempunyai kemampuan belajar dari pengalaman. Kedua, sifat yang dimiliki orang cerdas adalah kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Orang yang cerdas adalah orang yang memiliki dan menggunakan secara seimbang kemampuan berfikir secara analitis, kreatif dan praktis.

Berwawasan kepemimpinan, merupakan seni atau cara mempengaruhi orang ( baik diri sendiri maupun orang lain ) dalam mencapai suatu tujuan. Sebelum mampu memimpin orang lain, seseorang harus mampu memimpin dirinya sendiri.

Berorientasi jangka panjang, orang yang berperilaku dengan berorientasi jangka panjang, tidak hanya sekedar memikirkan hasil (out put) saja tetapi juga berpikir mengenai dampak (out come). Perilaku yang berorientasi jangka panjang biasanya didasarkan pada suatu cita-cita atau angan-angan terhadap suatu hal.

Peduli, sebagai makhluk sosial seseorang tidak dapat melepaskan diri orang lain. Begitu juga kehidupan seorang mahasiswa dalam komunitas di perguruan tinggi, ia tidak bisa menghindari teman seangkatan, teman lain angkatan, dosen, serta karyawan. Bahkan ia juga tidak dapat menghindar dari masyarakat kampus serta masyarakat pada umumnya. Rasa peduli sebenarnya tidak hanya terbatas ditujukan kepada nasib sesama. Kita juga harus memberikan perhatian kepada lingkungan sekitar, baik fisik maupun non fisik.

Berbudaya, mahasiswa perlu menumbuhkan budaya pancasila yang ditandai dengan sikap toleran dan saling menghormati, jiwa dan semangat kebangsaan, serta sikap mendukung keutuhan bangsa dan negara.

Berwawasan kewirausahaan, istilah kewirausahaan tidak hanya sebatas usaha bisnis saja, tetapi semangat kewirausahaan merupakan suatu “virus” baru bagi mahasiswa pembelajar yang tidak ingin tergilas oleh roda perubahan. Bergabung dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan, baik yang bersifat ilmiah maupun non ilmiah membutuhkan energi besar. Namun hal ini adalah investasi bagi diri sendiri yang merupakan tabungan yang panjang.

Selain itu, terdapat pula karakter mahasiswa sukses, antara lain, mahasiswa sukses menghadiri kelas-kelas secara teraturr, berhasil memanfaatkan peluang kredit ekstra ketika ditawarkan, berhasil melihat instruktur mereka sebelum atau setelah kelas atau selama jam kerja tentang nilai-nilai, komentar di atas kertas mereka, dan tes mendatang, tugasnya terlihat rapi dan tajam.

  1. Apa manfaat menjadi pembelajar  sukses?

Mampu berpikir (optimalisasi proses berpikir dalam mengatasi permasalahan) misalnya : memudahkan untuk  menciptakan tujuan hidup, fokus pada pekerjaan, pintar membuat keputusan penting, memahami prioritas hidup sehingga langkah-langkah yang ditempuh menjadi lebih dan menjadi orang yang memiliki kompetensi (artinya memiliki kemampuan dalam bidangnya. contoh: Dapat lolos seleksi ketika mencari pekerjaan), mampu bersikap/berkarakter kuat (pengembangan aspek kepribadian), mampu bertindak secara tepat  (integrasi antara proses berpikir dan pengembangan pribadi sebagai dasar dalam bertindak ).

DAFTAR PUSTAKA

Helmi, Avin Fadila dkk, 2011. Menjadi Pembelajar Sukses, KPTU UGM. Yogyakarta.

Fakultas Kedokteran Hewan UGM. 2011. Buku Blok Untuk Mahasiswa. Fakultas Kedokteran  Hewan UGM. Yogyakarta

http://www.pembelajar.com/menjadi-orang-sukses-dan-berarti

http://avin.staff.ugm.ac.id/data/modul/livingskills2005_4dosen_ugm.pdf

About thisnia

this is me

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: