RSS Feed

blok 1 : Up1

Posted on

Tugas individu blok 1

Perubahan pembelajarn dari TCL ke SCL dan Sumber Informasi

Disusun oleh:

NAMA                        : Kurnia Yuliatin

NIM                            : KH/ 7045

Kelompok blok           : 8

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN

UNIVERSITAS GADJAH MADA

YOGYAKARTA

2011

 

 

Learning Objektive

 

  1. Apa tujuan pembelajaran SCL?
  2. Bagaimana definisi SCL?
  3. Bagaimana cara memanfaatkan fasilitas?

 

PEMBAHASAN

  1. Agar pembelajar akan melihat dirinya secara berbeda, dalam arti lebih memahami manfaat belajar, lebih dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari, dan lebih percaya diri (O’Neill & McMahon, 2005).

 

Tujuannya adalah untuk memperbaiki struktur perkuliahan yang ada selama ini. Dengan adanya tata laksana program perkuliahan ini memperkuat daya tangkap pembelajar. Jika dalam TCL ilmu yang terserap 20% maka pada pembelajaran SCL ilmu yang terserap bias mencapai 75%

 

Untuk aktif dalam persaingan di dunia global, yang berakibat juga terhadap persaingan perguruan tinggi di dalam negeri maupun di luar negeri, sehingga perguruan tinggi dituntut untuk menghasilkan lulusan yang dapat  bersaing dalam dunia global.

 

Untuk menghasilkan manusia cerdas berilmu tetapi juga yang mampu menerapkan keilmuannya dalam kehidupan di masyarakatnya (kompeten dan relevan).

 

Untuk memenuhi kebutuhan di dunia kerja yang terwujud dalam perubahan persyaratan dalam menerima tenaga kerja, yaitu adanya persyaratan softskills yang dominan disamping hardskillsnya.

 

  1. SCL berarti menempatkan siswa sebagai pusat dari kegiatan belajar. Pergerakan konsep tersebut didukung pula oleh penelitian mengenai bagaimana kerja otak manusia yang menyebutkan bahwa siswa belajar secara lebih baik dengan cara mengalami langsung dan mengontrol proses belajar tersebut (Wikipedia, 2006).

“Student-centred learning or student-centered learning is an approach to education focusing on the needs of the students, rather than those of others involved in the educational process, such as teachers and administrators” (Wikipedia, 2006).

Lea, Stephenson, dan Troy (2003 dalam O’Neill &McMahon, 2005) mendefinisikan SCL secara lebih luas yaitu bahwa SCL mencakup : ketergantungan terhadap belajar aktif, penekanan terhadap belajar secara mendalam, pemahaman, meningkatnya tanggungjawab di pihak siswa, meningkatnya perasaan otonomi pada pembelajar, saling ketergantungan antara guru dan siswa. SCL lebih merupakan suatu pendekatan pembelajaran  yang refleksif baik bagi pihak siswa maupun guru.

 

SCL adalah tentang membantu siswa menemukan gaya belajarnya sendiri, memahami motivasi dan menguasai keterampilan belajar yang paling sesuai bagi mereka. Hal tersebut akan sangat berharga dan bermanfaat sepanjang hidup mereka  Hall (2006) yang dikutip dalam blog Exploration on Learning

Melaksanakan pendekatan SCL berarti guru perlu membantu siswa untuk menentukan tujuan yang dapat dicapai, mendorong siswa untuk dapat menilai hasil belajarnya sendiri, membantu mereka untuk bekerja sama dalam kelompok, dan memastikan agar mereka mengetahui bagaimana memanfaatkan semua sumber belajar yang tersedia. Pembelajaran lebih merupakan bentuk pengembangan diri secara keseluruhan dibandingkan kemajuan linier yang dicapai guru dengan cara pujian dan sanksi. Kesalahan dilihat sebagai bagian konstruktif dari proses belajar dan tidak perlu dilihat sebagai hal yang memalukan. Pendapat tersebut merupakan inti sari dari prinsip SCL.

 

SCL adalah metode pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa dimana mahasiswa dituntut untuk menjadi aktif dan dosenpun hanya berperan sebagai fasilitator, inspirator dan motivator.

Pembelajaran menurut UU Sisdiknas no 2 tahun 2003 dinyatakan bahwa yang dimaksud dengan pembelajaran adalah interaksi antara pendidik, peserta didik, dan sumber belajar, di dalam lingkungan belajar tertentu. Sehingga dengan mendeskripsikan setiap unsur yang terlibat dalam pembelajaran tersebut dapat ditengarai ciri pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered learning) seperti pada gambar 7 dibawah ini.

 

 

  1. Cara memanfaatkan fasilitas penunjang SCl adalah mencari sumber sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, seperti konsultasi pada dosen, mencari pada sumber informasi di media cetak maupun elektronik (internet dapat diperoleh pada jurnal karena isinya bisa dipertanggungjawabkan) serta memanfaatkan buku-buku perpustakaan,

Misalnya Internet, saat ini penggunaan rubrik mulai berkembang luas. Berbagai model rubrik dapat diperoleh dengan melakukan pencarian di website, karena banyak institusi pendidikan dan staf pengajar yang menaruh rubrik mereka dalam website. Berbagai model rubric yang ada dapat dipelajari dengan membandingkan sebuah rubrik dengan rubric lainnya sehingga menginspirasi ide-ide contoh dimensi dan tolok ukur yang selanjutnya diadaptasi sesuai dengan tujuan pembelajaran (menggunakan atau mengadaptasi rubrik dosen lain, tentu dengan meminta ijin kepada penulis aslinya.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Fakultas Kedokteran Hewan UGM. 2011. Buku Blok Untuk Mahasiswa. Fakultas Kedokteran Hewan UGM: Yogyakarta

http://www.unud.ac.id/ind/wp-content/uploads/buku-panduan-kurikulum-kbk.pdf

http://lppm.ut.ac.id/htmpublikasi/01-nugraheni.pdf

 

About thisnia

this is me

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: