RSS Feed

pengamatan enzim katalase

Posted on

PENGAMATAN ENZIM KATALASE PADA HATI (Hepar) DAN JANTUNG (Kardio) AYAM

 

 

Oleh :

Kurnia Yuliatin / 23/ XII IPA 2

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 JETIS BANTUL

YOGYAKARTA

2010/2011

 

 

PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang

Enzim adalah protein yang berperan sebagai katalis dalam metabolisme makhluk hidup. Enzim berperan untuk mempercepat reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup, tetapi enzim itu sendiri tidak ikut bereaksi. Oleh sebab itu enzim disebut sebagai salah satu katalisator alami. Enzim terdiri dari apoenzim dan gugus prostetik. Apoenzim adalah bagian enzim yang tersusun atas protein. Gugus prostetik adalah bagian enzim yang tidak tersusun atas protein. Gugus prostetik dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu koenzim (tersusun dari bahan organik) dan kofaktor (tersusun dari bahan anorganik).

Enzim tak hanya ditemukan dalam sel-sel manusia dan hewan, namun sel-sel tumbuhan juga memiliki enzim sebagai salah satu komponen metabolismenya. Enzim katalase merupakan salah satu enzim yang terdapat pada tumbuhan. Enzim diproduksi oleh peroksisom dan aktif dalam melakukan reaksi oksidatif bahan-bahan yang dianggap toksik oleh tanaman, seperti hidrogen peroksida (H2O2). Enzim katalase termasuk ke dalam golongan desmolase, yaitu enzim yang dapat memecahkan ikatan C-C atau C-N pada substrat yang diikatnya

Di dalam tubuh makhluk hidup terjadi beberapa reaksi kimia. Dan proses itu bisa terjadi karena di dalam tubuh makhluk hidup terdapat enzim. Enzim-enzim tersebut salah satun    ya adalah enzim katalase. Untuk mengetahui tentang enzim ini maka peneliti berusaha mencari tahu dengan melakukan praktikum.

B. Rumusan Masalah

1.      Bagaimana pengaruh enzim katalase terhadap H2O2 ?

2.      Apa  faktor enzim katalase yang mempengaruhi?

 

C. Tujuan

1.      Mengetahui pengaruh enzim katalase terhadap H2O2

2. Mengetahui faktor enzim katalase yang mempengaruhi

DASAR TEORI

Enzim merupakan protein yang bertindak sebagai katalis di dalam tubuh makhluk hidup.Karena berperan sebagai katalis maka enzim dinamakan juga biokatalisator.
Enzim dapat bertindak sebagai katalis,yakni dapat mempercepat suatu reaksi kimia tanpa merubah reaksi kimia tersebut.
Komponen enzim
Secara kimia enzim yang lengkap atau haloenzim tersusun dari dua komponen:
a.komponen protein (apoenzim), yakni enzim yang tersusun atas protein.Sifatnya labil (mudah berubah),tidak tahan akan panas dan mudah terpengaruh oleh suhu dan tingkat keasaman.
Misal : NAD+
b.bagian nonprotein (gugus prostetik)
1. gugus prostetik yang berasal dari molekul nonorganik disebut kofaktor. Contoh : besi,tembaga,seng.
2. gugus prostetik,yaitu gugus yang berasal dari molekul organik kompleks yang disebut dengan koenzim.misal:NADH,FADH,koenzim A dan VitB.

Cara Kerja Enzim
molekul selalu bergerak dan saling bertumbukan satu sama lainnya. Jika ada molekul substrat menumbuk molekul enzim yang tepat makaakan menempel pada enzim.Tempat menempelnya molekul substrat tersebut disebut dengan sisi aktif.Kemudian terjadi reaksi dan terbentuk molekul produk. Setelah enzim dihasilkan dari reaksi,enzim kemudian dilepaskan.Enzim bebas membentuk kompleks yang baru dengan substrat yang lain.

http://mr-fabio2.blogspot.com/2008/09/laporan-enzim-katalase.html, 24 agustus 2010, 12.59 WIB

METODE PENELITIAN

A. Waktu dan tempat pelaksanaan

Rabu, 18 Agustus 2010 pukul 12.00- 15.00 di Laboratorium Biologi SMAN 1Jetis

 

B. Variabel

1.      Variabel bebas       : Perlakuan terhadap ekstrak hati, jantung dan gajih ayam

2.      Variabel terikat      : Munculnya gelembung dan nyala api

3.      Variabel kontrol    : Banyaknya menetesi cairan KOH, HCL, H2O2

 

C. Obyek

Hati, Jantung dan gajih ayam

 

A.    Alat  :

- rak tabung reaksi

- 18 buah tabung reaksi
– 2 buah pipet ukur
– 2 buah tabung ukur
– 5 buah gelas kimia
– 1 pasang sarung tangan
– 1 set penumbuk
– Korek api
– 1 buah pyrex
– 1 buah kaki tiga
– 1 buah kassa
– 1 buah lampu spirtus
– Penjepit tabung
– Tissue

B. Bahan :
– Hati ayam (secukupnya)
– Jantung ayam (secukupnya)

- Lemal/ gajih ayam (secukupnya)

- 5 ml larutan H2O2
– 5 ml larutan HCl
– 5 ml larutan KOH

 

C. Cara Kerja:

1.      Menyiapkan 5 buah tabung reaksi

2.      Mengambil ekstrak dari hati / jantung / gajih kemudian menuangkan ke dalam 5 buah tabung reaksi

3.      Menambah HCL pada tabung 2 dan KOH pada tabung 3. Rendam tabung 4 dan didihkan lalu memasukkan tabung 5 dalam friser.

4.      Menuangkan H2O2 sebanyak 0,5 ml pada masing-masing tabung. Menguji dengan bara api dari lidi

5.      Mengamati gelembung yang muncul dan nyala api yang timbul

 

 

 

 

 

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Tabel Pengamatan

No Indikator Gelembung Nyala Api
1 Hati + H2O2 ++++ ++++ +++++ +++++
2 Hati + HCl + H2O2 + - - -
3 Hati +KOH + H2O2 ++ + - -
4 Hati rebus + + -  
5 Hati es +++   +++  
6 Jantung ++   +  
7 Gajih ++   -  

Keterangan :

+++++ : Banyak/ Terang

+++     : Cukup banyak/ Cukup terang

++        : Sedikit/ Redup

+          : Sedikit sekali/ Sangat redup

-                : Tidak ada

-

B. Pembahasan

Enzim katalase adalah salah satu jenis enzim yang umum ditemui di dalam sel-sel makhluk hidup, salah satunya adalah sel tumbuhan. Enzim katalase adalah enzim perombak hidrogen peroksida yang bersifat racun dan merupakan sisa/hasil sampingan dari metabolisme. Apabila H2O2 tidak diuraikan oleh enzim ini, maka akan menyebabkan kematian pada sel-sel tumbuhan. Oleh sebab itu, enzim ini bekerja dengan merombak H2O2 menjadi substansi yang tidak berbahaya,yaitu berupa air dan oksigen. Selain bekerja secara spesifik pada substrat tertentu, enzim juga bersifat termolabil (rentan terhadap perubahan suhu) serta merupakan suatu senyawa golongan protein. Pengaruh temperatur terlihat sangat jelas, karena dapat merusak enzim dan membuatnya terdenaturasi seperti protein kebanyakan

 

  • Dari hasil praktikum diketahui dalam extrak hati dengan H2O2 terdapat banyak sekali gelembung gas O2, itu menandakan bahwa di dalam ectrak hati terdapat enzim katalase.
  • Pada ectrak hati dengan HCL + H2O2, pada percobaan pertama terdapat sedikit sekali gelembung sedangkan pada percobaan kedua tidak terdapat gelembung. Pada hasil dua percobaan itu tidak sama, tetapi tetap dapat disimpulkan bahwa dalam larutan itu ada sedikit sekali gelembung. Hal itu dikarenakan HCl dapat dapat merangsang/ mempengaruhi  untuk membentuk enzim katalase walaupun hanya sedikit.
  • Pada ectrak hati dengan KOH + H2O2 pada percobaan pertama terdapat sedikit gelembung sementara pada percobaan kedua terdapat sedikit sekali gelembung. Pada hasil dua percobaan itu tidak sama, tetapi tetap dapat disimpulkan bahwa dalam larutan itu tidak banyak  gelembung gelembunga yang dihasilkan. Hal itu dikarenakanKOH dapat dapat merangsang/ mempengaruhi untuk membentuk enzim katalase walaupun hanya sedikit.
  • Pada ectrak hati rebus terdapat sedikit gelembung gas gelembung, dan ectrak hati dalam freezer memiliki cukup banyak gelembung, itu menandakan bahwa kinerja enzim dipengaruhi oleh suhu. Artinya enzim itu rusak atau sudah tidak aktif.
  • Pada Jantung dan gajih  juga terdapat sedikit gelembung. Hal itu dikarenakan, enzim katalase tidak hanya terdapat pada hati melainkan juga pada organ lain, seperti jantung dan lemak/ gajih

 

Fungsi enzim katalase adalah menetralkan H2O2 yang merupakan sisa-sisa metabolisme saat oksidasi. Subtrat di peroksisom yaitu badan mikro.

H2O2 adalah senyawa beracun yang  jika tidak dinetralkan dapat membahayakan.

Faktor-faktor lain dapat mempengaruhi kerja enzim adalah : suhu, konsentrasi substrat, konsentrasi enzim, adanya aktivator serta inhibitor. Semakin tinggi konsentrasi substarat dan konsentrasi enzim, maka kinerja enzim akan meningkat. Namun pada kondisi tertentu (maksimum) kinerja ini tidak dapat dipercepat kembali. Aktivator merupakan zat yang memicu kerja enzim, sedangakan inhibitor justru akan menghambat kerja enzim

Enzim katalase berperan dalam penguraian racun dari H2O2 menjadi H2O2 dan O2 , dimana kerjanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu
a. suhu
dimana enzim katalase tidak akan bekerja optimal pada suhu tinggi.
b. pH, dimana enzim katalase akan bekerja optimal pada pH netral.
Hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya gelembung dan nyala bara api.
Dimana semakin banyak gelembung gas dan semakin terang nyala bara api berarti kerja enzim katalase akan semakin cepat dan begitu pula sebaliknya karena salah satu kerja enzim yaitu sebagai katalisator/pemercepat reaksi

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Pengaruh enzim  katalase terhadap H2O2adalah berperan dalam penguraian racun dari H2O2 menjadi H2O2 dan O2 ,

2. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kerja enzim adalah : suhu, konsentrasi substrat, konsentrasi enzim, adanya aktivator serta inhibitor. Semakin tinggi konsentrasi substarat dan konsentrasi enzim, maka kinerja enzim akan meningkat. Namun pada kondisi tertentu (maksimum) kinerja ini tidak dapat dipercepat kembali.

B. Saran

1.      Lebih teliti dalam mengamati gelembung dan nyala api yang muncul

 

DAFTAR PUSTAKA
Yani, Riana, dkk.2008.SMS Biologi 3A SMA kelas XII.Bandung:Rosda
Syamsuri,Istamar.2004.Biologi untuk SMA kelas XII.Malang:Erlangga
Aryulina,Dyah.2007.Biologi III.Jakarta:Esis

http://mr-fabio2.blogspot.com/2008/09/laporan-enzim-katalase.html

(http://id.wikipedia.org).

LAMPIRAN

PENGAMATAN PROSES FOTOSINTESIS PADA DAUN HIDRILLA

(Hydrilla verticillata)

 

 

Oleh :

Kurnia Yuliatin / 23/ XII IPA 2

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 JETIS BANTUL

YOGYAKARTA

2010/2011

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya, dan sintesis yang berarti menyusun. Jadi fotosintesis dapat diartikan sebagai suatu penyusunan senyawa kimia kompleks yang memerlukan energi cahaya. Sumber energi cahaya alami adalah matahari. Proses ini dapat berlangsung karena adanya suatu pigmen tertentu dengan bahan CO2 dan H2O. Cahaya matahari terdiri atas beberapa spektrum, masing-masing spektrum mempunyai panjang gelombang berbeda, sehingga pengaruhnya terhadap proses fotosintesis juga berbeda

Fotosintesis merupakan suatu proses biologi yang kompleks, proses ini menggunakan energi dan cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Seperti halnya mitokondria, kloroplas mempunyai membran luar dan membran dalam. Membran dalam mengelilingi suatu stroma yang mengandung enzim-enzim tang larut dalam struktur membran yang disebut tilakoid. Proses fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain air (H2O), konsentrasi CO2, suhu, umur daun, translokasi karbohidrat, dan cahaya. Tetapi yang menjadi faktor utama fotosintesis agar dapat berlangsung adalah cahaya, air, dan karbondioksida

Berbeda dengan organisme heterotrof, organisme autotrof menggunakan energi yang berasal dari oksidasi dan zat-zat organik tertentu. Organisme yang demikian disebut kemoautotrof, karena menggunakan zat – zat kimiawi dalam memproduksi senyawa organik dari senyawa non-organik. Sedangkan peristiwa fotosintesis sendiri dilakukan oleh organisme autotrof yang seringkali disebut dengan organisme fotoautotrof, karena dalam proses pembentukan senyawa organiknya menggunakan energi yang berasal dari cahaya matahari(Kimball, 1992).

Fotosintesis sering didefinisikan sebagai suatu proses pembentukan karbohidrat dan karbondioksida serta air yang dilakukan sel-sel yang berklorofil dengan adanya cahaya matahari yang disebabkan oleh oksigen (O2). Ada juga yang mengartikan fotosintesis dengan suatu peristiwa pengolahan atau pemasakan makanan yang terjadi pada daun dengan bantuan cahaya matahari(Kimball, 1992).

Organisasi dan fungsi suatu sel hidup bergantung pada persediaan energi yang tak henti-hentinya. Sumber energi ini tersimpan dalam molekul-molekul organik seperti karbohidrat.

Adanya praktikum ini dilatarbelakangi oleh keingintahuan peneliti untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis dani  zat yang dihasilkan pada peristiwa fotosintesis

 

 

B. Rumusan Masalah

1.      Apakah faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis?

2.      Apakah nama zat yang dihasilkan pada peristiwa fotosintesis?

3.      Bagaimana bukti bahwa fotosintesis menghasilkan oksigen?

 

C. Tujuan

1.      Mengetahui faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis

2.      Mengetahui  zat yang dihasilkan pada peristiwa fotosintesis

3.      Mengetahui bukti bahwa fotosintesis menghasilkan oksigen

DASAR TEORI

Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi yaitu glukosa yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara, karbondioksida, dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari.[1] Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi.[1] Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi.[1] Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof.[1] Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi.[1] Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis, yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang

http://www.wikipedia.com, 24 AGUSTUS 2010, 20.03

Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti penyusunan. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organic H2O dan CO2 menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya. Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari (Kimball, 2002).

Orang yang pertama kali menemukan fotosintesis adalah Jan Ingenhousz. Fotosintesis merupakan suatu proses yang penting bagi organisme di bumi, dengan fotosintesis ini tumbuhan menyediakan bagi organisme lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Jan Ingenhosz melakukan percobaan dengan memasukkan tumbuhan Hydrilla verticillata ke dalam bejana yang berisi air. Bejana gelas itu ditutup dengan corong terbalik dan diatasnya diberi tabung reaksi yang diisi air hingga penuh, kemudian bejana itu diletakkan di terik matahari. Tak lama kemudian muncul gelembung udara dari tumbuhan air itu yang menandakan adanya oksigen (Kimball, 1993).

Fotosintesis merupakan proses sintesis senyawa organik (glukosa) dari zat anorganik (CO2 dan H2O) dengan bantuan energi cahaya matahari. Dalam proses ini energi radiasi diubah menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADPH + H yang selanjutnya akan digunakan untuk mereduksi CO2 menjadi glukosa.

METODE PENELITIAN

A. Waktu dan tempat pelaksanaan

Rabu, 18 Agustus 2010 pukul 12.00- 15.00 di Laboratorium Biologi SMAN 1Jetis

 

B. Variabel

1.      Variabel bebas       : Perlakuan terhadap Hydrilla verticillata

2.      Variabel terikat      : Munculnya gelembung

3.      Variabel kontrol    : Banyaknya menetesi cairan NaHCO3

 

C. Obyek

Hydrilla verticillata

 

D. Alat

1.      beaker gelas

2.       corong kaca

3.       tabung reaksi

4.       Kawat

5.       cutter.

E. Bahan

1.      Hydrilla verticillata

2.       air kolam

3.      larutan NaHCO3.

 

F. Cara Lerja

1.      Memasukkan beberapa cabang Hydrilla verticillata yang sehat sepanjang kira-kira7 cm ke dalam corong kaca.

2.      Memasukkan corong kaca (1) ke dalam beaker gelas yang berisi medium, di mana setiap 100 ml air ditambahkan 2 ml NaHCO3 0,25 % dengan posisi corong menghadap ke bawah.

3.      Menutup bagian atas corong dengan tabung reaksi yang diusahakan berisi sebagian besar medium, dalam keadaan terbalik ( di dalam bak yang berisi air).

4.      Menandai masing-masing perlakuan dengan label A, B, C, D, E dan F, yang mana keterangannya sebagai berikut :

 

A=medium air dan diletakan ditempat terang dalam ruangan(intensitas cahaya I).

B = medium air dan diletakkan di luar ruangan dibawah pohon (intensitas cahaya II ).

C = medium air dan diletakkan diluar ruangan, ditempat ysng terbuka (intensutas cahaya III).

 

D = medium air + larutan NaHCO3, diletakkan ditempat terang dalam ruangan (intensitas cahaya I)

E = medium air + larutan NaCO3, Diletakkan diluar ruangan dibawah pohon (intensitas cahaya II).

F = medium air + larutan NaHCO3, diletakkan dilur ruangan terbuka (intensitas cahayaa III).

5.      Mengamati timbulnya gelembung-gelembung gas yang muncul dari potongan cabang / ranting yang terjadi selama 15’ ,30’ dan 45’. Banyaknya gelembung per satuan waktu dapat digunakan sebagai petunjuk laju fotosintesis. Perhitungan dilakukan sebanyak 3 kali dan diambil rata-ratanya.

6.      Hasil pengamatan / data yang diperoleh ditampilkan dalam bentuk grafik. Buatlah pembahasan dan kesimpulannya.

 

 

 

 

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Tabel Pengamatan

No Indikator Jumlah Gelembung Rata-rata
5 menit 10 menit 15 menit Kel 1 Kel 2 Kel 3
1 Tempat terang 113 105 105 107,6 167 156
2 Tempat gelap - - - - - -
3 Ditambah es batu - - - - - -
4 Ditambah NaHCO3 169 216 350 245 306 310

 

Keterangan :

Kel            : kelompok

 

 

B. Pembahasan

Pada praktikum kali ini ada  akan dibahas yaitu tentang fotosintesis

Tempat terang       : 143, 5

Tempat gelap         : -

Ditambah es          : -

Ditambah NaHCO3 : 287

Pada percobaan tentang proses fotosintesis, Hydrilla verticillata dengan panjang yang telah ditentukan dimasukkan ke dalam corong kaca yang ditutup dengan tabung reaksi dan kemudian ke dalam beaker glass yang berisi air sampai penuh, apabila dilakukan perlakuan dengan memberikan cahaya pada Hydrilla verticillata tersebut akan menghasilkan gelembung udara yang banyak, sedangkan apabila diberi perlakuan dengan ditempatkan pada tempat yang tidak terdapat cahaya dengan lama pengamatan yang sama, maka Hydrilla verticillata yang direndam akan tidak mengeluarkan gelembung udara. Dalam hal ini penambahan larutan NaHCO3 dimaksudkan untuk menambah kandungan CO2 yang terdapat dalam air, makaari itu gelembung dalam larutan tersebut terdapat gelembung yang paling banyak, dengan persamaan reaksi sebagai berikut :

 

NaHCO3 + H2O                      NaOH + CO2 + H2O

 

Dari kedua tabel, dapat dilihat perbandingan banyak gelembung gas yang timbul. Percobaan yang ditambah larutn NaHCO3 ternyata dapat mempercepat laju fotosintesis. Fungsi larutan NaHCO3 disini sebagai katalis dalam reaksi fotosintesis.

 

  • Faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis :

1. Ketersediaan air

Kekurangan air menyebabkan daun layu dan stomata menutup, akibatnya penyerapan karbondioksida terhambat sehingga laju fotosintesis menurun.

 

2. Intensitas cahaya

Makin tinggi intensitas cahaya makin banyak energi yang terbentuk, sehingga mempercepat fotosintesis. Namun, intensitas cahaya yang terlalu tinggi akan merusak klorofil dan mengurangi kecepatan fotosintesis.

 

3. Konsentrasi karbondioksida (CO2)

Semakin tinggi konsentrasi CO2 semakin meningkatkan laju fotosintesis.

 

  • Zat yang dihasilkan pada fotosintesis adalah  glukosa dan  O2 sesuai dengan reaksi di bawah :

Reaksi yang terjadi saat fotosintesis adalah :

CO2 + H2O                  C6H12O6 + O2 + Energi

  • Dari reaksi tersebut kita dapat memperkirakan bahwa pada fotosintesis terbentuk oksigen. Percobaan pertama mencoba membuktikan hal tersebut. Hydrilla dimasukkan ke dalam gelas beaker yang terlebih dahulu telah dilengkapi dengan corong penutup dan gelas kimia, kemudian dimasukkan air yakinkan pada saat air memenuhi gelas beaker dan masuk kedalam gelas kimia tidak terdapat gelembung udara dari luar. Gelas beaker yang berisi air ini diletakkan di 2 tempat yang berbeda kadar cahaya yang bertujuan untuk memperoleh hasil gelembung yang berbeda pula jumlahnya sehingga didapatkan hubungan antara jumlah gelembung dengan kadar cahaya yang ada. Tempat yang dipilih adalah didalam ruangan dan diluar ruangan dengan cahaya yang maksimum dengan lama pengamatan bervariasi dari 5 menit, 10 menit, dan 15 menit. Gelembung udara yang dihasilkan menandakan bahwa proses fotosintesis pada Hydrilla verticilata menghasilkan oksigen.
  • Berdasarkan hasil pengamatan jumlah gelembung udara yang dihasilkan pada perlakuan A dalam medium air di tempat terang dalam ruangan lebih sedikit dibandingkan dengan perlakuan B yang ditempatkan diluar ruangan ditempat terbuka dengan intensitas cahaya II walaupun waktu yang digunakan sama. Hal ini membuktikan bahwa intensitas cahaya sangat mempengaruhi proses fotosintesis. Intensitas cahaya yang optimum sangat baik untuk proses fotosintesis, sebaliknya dengan intensitas cahaya yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menghambat berlangsungnya proses fotosintesis.
  • Sedangkan perlakuan C yang menggunakan medium air ditambah larutan NaHCO3 yang diletakkan ditempat terang dalam ruangan menghasilkan jumlah gelembung udara yang lebih sedikit dibandingkan dengan perlakukan D yang diletakkan di luar ruangan (ditempat terbuka) yang mengunakan medium tambahan yaitu NaHO3. Hal ini disebabkan karena intensitas cahaya dan larutan NaHCO3 yang terurai menjadi NaOH dan CO2.

Selain intensitas cahaya dan kadar CO2, juga terdapat faktor lain yang mempengaruhi proses fotosintesis adalah temperatur, kadar 02, kadar air dan unsur mineral yang ada. Laju pembentukan oksigen dapat digunakan sebagai suatu petunjuk untuk laju fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan.

1) Fotosintesis adalah proses pembentukan bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan cahaya dan kloroplas.

2) Selain klorofil fotosintesis juga memerlukan CO2dan cahaya matahari.

3) Semakin besar intensitas cahaya dan konsentrasi CO2 maka proses fotosintesis berlangsung semakin cepat.

4) Hasil dari fotosintesis adalah glukosa dan oksigen.

 

 

 

PENUTUP

A. Kesimpulan

1.      Ketersediaan air, Intensitas cahaya, Konsentrasi karbondioksida (CO2)

2.      Hasil dari fotosintesis adalah glukosa dan oksigen.

3.      Dari reaksi tersebut kita dapat memperkirakan bahwa pada fotosintesis terbentuk oksigen. Gelembung udara yang dihasilkan menandakan bahwa proses fotosintesis pada Hydrilla verticilata menghasilkan oksigen

 

B. Saran

Percobaan seperti ini memerlukan pengamatan yang harus benar-benar diperhatikan, terlebih lagi saat memperhatikan gelembung udara yang dihasilkan dari proses fotosintesis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA
Yani, Riana, dkk.2008.SMS Biologi 3A SMA kelas XII.Bandung:Rosda
Syamsuri,Istamar.2004.Biologi untuk SMA kelas XII.Malang:Erlangga
Aryulina,Dyah.2007.Biologi III.Jakarta:Esis

http://mr-fabio2.blogspot.com/2008/09/laporan-enzim-katalase.html

(http://id.wikipedia.org).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

 

About these ads

About thisnia

this is me

4 responses »

  1. mbak makasi ya atas laporanya..sangat membantu saya..
    saya adek kelasnya mbak :)

    Balas
  2. maaf mbak, tolong backgroundnya diganti. Tulisannya jadi susah dibaca. Trims.

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: